Topeng di Balik Kursi

Drama plot twist Topeng di Balik Kursi, tentang korupsi
Topeng di Balik Kursi
Topeng di Balik Kursi
  1. Durasi: 10-15 menit (7 adegan) Tema: Korupsi dengan akhir plot twist
  2. Karakter:
    1. Pak Irwan – Walikota terkenal bersih dan peduli rakyat.
    2. Bu Anita – Asisten pribadi Pak Irwan, dikenal cerdas dan tegas.
    3. Farid – Jurnalis investigasi muda yang idealis.
    4. Pak Sugeng – Kepala proyek infrastruktur kota, sering terlihat mencurigakan.
    5. Arya – Pengusaha kaya yang memiliki hubungan dengan pemerintah daerah.
    6. Dina – Sahabat Farid, ahli IT yang membantu investigasi.
Adegan 1: Kantor Walikota
(Pak Irwan berbicara kepada stafnya di ruang rapat.)
Pak Irwan: Saya tidak mau mendengar ada isu korupsi di proyek jalan raya ini. Semua harus transparan! Kita bekerja untuk rakyat, bukan untuk mengisi kantong pribadi.

Bu Anita: Tentu, Pak. Saya akan memastikan laporan keuangan diaudit dengan baik.

Pak Irwan: Bagus. Ingat, reputasi kita adalah kebersihan. Saya tidak mau nama saya tercemar.

(Bu Anita mencatat dengan saksama. Pak Sugeng, yang duduk di sudut ruangan, tampak gelisah.)


Adegan 2: Kedai Kopi
(Farid dan Dina sedang berdiskusi serius.)

Farid: Aku mencium ada sesuatu yang tidak beres di proyek jalan itu. Anggaran proyek membengkak, tapi pembangunan lambat sekali.

Dina: Aku sudah cek dokumen-dokumennya. Ada transfer mencurigakan ke rekening atas nama Arya. Pengusaha itu punya hubungan dengan pemerintah daerah, kan?

Farid: Betul. Aku curiga Arya menyuap seseorang di pemerintahan. Pertanyaannya, siapa?

Dina: Kita harus hati-hati, Farid. Kalau mereka tahu kita menyelidiki, nyawa kita bisa terancam.


Adegan 3: Gudang Terbengkalai
(Farid diam-diam bertemu dengan seorang narasumber anonim yang mengenakan topi dan masker.)

Farid: Anda bilang punya bukti tentang korupsi di proyek jalan?

Narasumber: (menyerahkan amplop) Di dalamnya ada bukti transfer dan rekaman percakapan antara Arya dan pejabat tinggi. Tapi ingat, ini sangat berbahaya. Jangan sampai saya dikaitkan.

Farid: Terima kasih. Saya akan pastikan ini diungkap.

(Farid membuka amplop dan terlihat nama "Bu Anita" sebagai penerima uang. Ia terkejut.)


Adegan 4: Rumah Bu Anita
(Farid mendatangi rumah Bu Anita untuk konfrontasi.)

Farid: Bu Anita, saya tahu Anda terlibat. Ada bukti transfer uang dari Arya ke rekening Anda.

Bu Anita: (terdiam sejenak, lalu tertawa kecil) Anda salah orang, Farid. Saya hanya pion dalam permainan ini.

Farid: Maksud Anda?

Bu Anita: Anda tidak tahu apa-apa. Yang Anda cari bukan saya. Tanyakan kepada Pak Irwan.

(Farid terkejut, tapi belum sepenuhnya percaya.)


Adegan 5: Kantor Walikota, Malam Hari
(Farid dan Dina menyelinap ke kantor walikota untuk mencari bukti tambahan. Mereka menemukan brankas di ruang kerja Pak Irwan.)

Dina: Cepat, Farid. Aku akan membuka brankas ini.

(Brankas terbuka. Di dalamnya terdapat dokumen yang mengungkap bahwa Pak Irwan adalah dalang di balik korupsi. Dokumen menunjukkan bagaimana ia menggunakan Bu Anita dan Arya sebagai kambing hitam.)

Farid: Tidak mungkin... Dia selalu terlihat begitu bersih dan peduli rakyat.

Dina: Orang seperti dia tahu bagaimana menyembunyikan niat jahatnya di balik topeng kebaikan.


Adegan 6: Konfrontasi Publik
(Farid mempublikasikan bukti tersebut. Saat konferensi pers, Pak Irwan mencoba membela diri.)

Pak Irwan: Tuduhan ini tidak berdasar! Ini adalah fitnah untuk menjatuhkan saya!

Farid: (muncul di tengah keramaian) Tidak ada yang bisa Anda sembunyikan lagi, Pak. Bukti sudah kami serahkan kepada KPK.

(Kerumunan mulai gaduh. Polisi datang untuk menangkap Pak Irwan. Bu Anita hanya tersenyum dari kejauhan.)


Adegan 7: Plot Twist
(Farid menemui Bu Anita setelah semua selesai.)

Farid: Anda sudah tahu sejak awal, ya?

Bu Anita: Tentu saja. Saya sudah lama tahu Pak Irwan korup, tapi saya butuh seseorang seperti Anda untuk mengungkapnya.

Farid: Jadi Anda memanfaatkan saya?

Bu Anita: Kalau saya langsung bertindak, saya akan disingkirkan. Tapi Anda? Orang tidak curiga pada seorang jurnalis muda idealis.

(Bu Anita berjalan pergi dengan senyum licik, meninggalkan Farid yang terkejut.)

Farid (membatin): Apa saya hanya pion dalam permainan ini?

TAMAT