Contoh teks naskah surat lamaran cerita dongeng: Drama Sangkuriang: Cinta dalam Dua Dimensi
Drama Sangkuriang: Cinta dalam Dua Dimensi
Drama Sangkuriang dan Dayang Sumbi, legenda dalam versi modernilustrasi modern dari legenda Sangkuriang dengan sentuhan futuristik
Judul: “Sangkuriang: Cinta dalam Dua Dimensi”
[Prolog]
Di era modern ini, legenda tidak lagi hidup di puncak gunung atau danau-danau mistis. Mereka hadir dalam bentuk akun-akun anonim di media sosial. Di sebuah kota besar bernama Bandung 2.0, seorang pemuda bernama Sangkuriang, dengan segala kekacauan hidupnya, memulai kisah cinta yang tidak biasa—antara masa lalu, teknologi, dan cinta terlarang.
[Adegan 1 – Malam di Café Digital]
(Sangkuriang, 23 tahun, adalah seorang programmer freelance. Dia sedang duduk di pojok café, laptop menyala, sambil sesekali menyesap kopi.)
Sangkuriang: (berpikir keras sambil coding) “Hmm... kalau aku tambahin fungsi AI ini, bakal bisa baca pola lebih cepat... Tapi kenapa bug-nya gak kelar-kelar sih!”
(Tiba-tiba, notifikasi muncul di layar laptopnya: akun bernama Dayang_Sumbi baru saja nge-like semua postingan lamanya di media sosial.)
Sangkuriang: (mengerutkan kening) “Siapa ini? Stalker?”
(Rasa penasaran memaksanya membuka profil akun itu. Profilnya misterius, tapi fotonya menunjukkan seorang wanita dengan kecantikan klasik, seperti potret yang keluar dari lukisan kuno.)
Sangkuriang: (berbisik sendiri) “Cantik juga... Tapi kok familiar ya?”
[Adegan 2 – Pertemuan Pertama]
(Keesokan harinya, Dayang Sumbi mengirim pesan ke Sangkuriang. Mereka bertukar obrolan, dan akhirnya sepakat untuk bertemu di sebuah taman teknologi futuristik.)
Dayang Sumbi: (tersenyum lembut, mengenakan dress putih modern) “Halo, Sangkuriang. Aku suka banget sama karya-karya kamu di media sosial. Terutama soal konsep AI dan arsitektur dunia digital.”
Sangkuriang: (tersipu malu) “Oh, makasih. Aku cuma suka eksperimen sih... Tapi ngomong-ngomong, kayaknya aku pernah liat kamu di suatu tempat.”
Dayang Sumbi: (tersenyum misterius) “Mungkin kita memang sudah takdir bertemu.”
(Obrolan mereka mengalir lancar. Sangkuriang merasa nyaman, seolah mengenal Dayang Sumbi seumur hidup.)
[Adegan 3 – Keanehan Terungkap]
(Beberapa minggu kemudian, hubungan mereka semakin dekat. Suatu malam, Dayang Sumbi mengajak Sangkuriang ke rumahnya—sebuah vila di atas bukit.)
Sangkuriang: (kagum) “Rumahmu ini... kok kayaknya tua banget? Tapi elegan. Kayak bukan dari zaman sekarang.”
Dayang Sumbi: (tersenyum samar) “Banyak cerita di balik rumah ini. Dan mungkin, ada satu cerita yang melibatkan kamu.”
Sangkuriang: (bingung) “Maksudnya apa?”
(Dayang Sumbi membuka laci dan menunjukkan sebuah tablet tua yang berisi catatan digital kuno. Di dalamnya ada foto anak kecil—itu adalah Sangkuriang.)
Sangkuriang: (terkejut) “Tunggu, itu aku! Dari mana kamu dapat ini?”
Dayang Sumbi: (dengan mata berkaca-kaca) “Karena aku adalah... ibumu.”
(Sangkuriang terduduk. Otaknya seperti tidak bisa memproses kenyataan ini.)
[Adegan 4 – Konflik Modern]
(Sangkuriang kabur dari rumah Dayang Sumbi. Dia kembali ke apartemennya, mencoba memahami semuanya. Tapi perasaan cinta yang sudah tumbuh terlalu sulit untuk dihapus.)
Sangkuriang: (berbicara sendiri di depan layar laptop) “Gimana mungkin aku bisa mencintai dia? Tapi kenapa semua terasa begitu nyata?”
(Sementara itu, Dayang Sumbi memutuskan untuk menjauh. Dia tahu kisah ini tidak akan berakhir baik. Namun, Sangkuriang tidak menyerah. Dia mencari tahu segala sesuatu tentang Dayang Sumbi, hingga menemukan bahwa wanita itu sebenarnya terjebak dalam semacam “loop digital” akibat eksperimen masa lalu.)
[Adegan 5 – Puncak Konflik]
(Di malam terakhir, Sangkuriang mendatangi Dayang Sumbi untuk berbicara.)
Sangkuriang: “Kalau kamu memang ibuku, kenapa kamu tidak pernah bilang dari awal?”
Dayang Sumbi: (menahan air mata) “Karena aku pikir aku bisa memperbaiki semuanya. Aku hanya ingin melindungi kamu, Nak.”
Sangkuriang: “Tapi aku sudah jatuh cinta sama kamu, dan aku gak bisa menghapus itu.”
(Dayang Sumbi menunjukkan sebuah hologram besar dari masa lalu mereka, bagaimana mereka terpisah karena eksperimen teknologi yang gagal. Ternyata, Dayang Sumbi tidak pernah menua karena terjebak dalam dimensi waktu.)
[Epilog]
(Sangkuriang memutuskan untuk menggunakan kemampuan programming-nya untuk memutus loop digital Dayang Sumbi. Setelah berhari-hari bekerja, akhirnya Dayang Sumbi bebas dan bisa meninggalkan dunia modern untuk selamanya.)
(Di detik terakhir perpisahan mereka, Dayang Sumbi berbisik.)
Dayang Sumbi: “Jaga dirimu baik-baik, Nak. Suatu saat kamu akan mengerti bahwa cinta terbesar adalah pengorbanan.”
(Dayang Sumbi menghilang dalam kilatan cahaya. Sangkuriang kembali ke dunia nyata, tetapi hatinya selalu menyimpan kenangan itu.)
[Tamat]
contoh menarik
Seperti kami, simpan Data Online Gratis.
Daftar dan Pasang aplikasinya.